RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP 6)
| STANDAR KOMPETENSI |
| Mengaktualisasikan Sikap dan Perilaku Wirausaha |
| KOMPETENSI DASAR |
| Mengambil Resiko Usaha |
Oleh:
SUTARTI SPd
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
| SEKOLAH | : | SMK |
| MATA PELAJARAN | : | Kewirausahaan |
| KELAS/SEMESTER | : | X / 1 |
| Pertemuan ke | : | 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 dan 8 |
| Alokasi Waktu | : | 8 x 45 menit (2 jam per minggu) |
| Standart Kompetensi | : | Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha |
| Kompetensi Dasar | : | Mengambil resiko usaha |
| 1. | Indikator | : | 1. Mengidentifikasikan jenis-jenis resiko 2. Memperkecil resiko yang merugikan 3. Menjelaskan manajemen resiko |
| 2. | Tujuan Pembelajaran | : | Setelah pelajaran selesai diharapkan siswa dapat / mampu: 1. Mengidentifikasikan jenis-jenis resiko 2. Memperkecil resiko yang merugikan 3. Menjelaskan manajemen resiko |
| 3. | Materi Ajar | : | 1. Prinsip dasar resiko
Resiko adalah sesuatu yang berhubungan dengan ketidakpastian, yang mana terjadi oleh karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi. Sesuatu yang tidak pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungkan atau merugikan. Menurut Wideman, ketidakpastian yang menimbulkan kemungkinan menguntungkan dikenal dengan istilah peluang (Opportunity), sedangkan ketidakpastian yang menimbulkan akibat yang merugikan dikenal dengan istilah risiko (Risk).
Resiko dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk : 1) Risiko spekulatif Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian. Resiko spekulatif kadang-kadang dikenal pula dengan istilah resiko bisnis(business risk). 2) Resiko murni Resiko murni adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu cara menghindarkan risiko murni adalah dengan asuransi. Dengan demikian besarnya kerugian dapat diminimalkan. Perbedaan utama antara risiko spekulatif dengan risiko murni adalah kemungkinan untung ada atau tidak, untuk risiko spekulatif masih terdapat kemungkinan untung sedangkan untuk risiko murni tidak dapat kemungkinan untung. 2. Manajemen resiko
Manajemen resiko adalah suatu pendekatan terstruktur atau metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman dan rangkaian aktivitas manusia lainnya.
Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi resiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik.
Menurut Darmawi, (2005, p. 11) manfaat manajemen risiko yang diberikan terhadap perusahaan dapat dibagi dalam 5 (lima) kategori utama yaitu : 1) Mencegah perusahaan dari kegagalan. 2) Menunjang secara langsung peningkatan laba. 3) Manajemen risiko memberi laba secara tak langsung. 4) Adanya ketenangan pikiran bagi manajer yang disebabkan oleh adanya perlindungan terhadap risiko murni, merupakan harta non material bagi perusahaan 5) Melindungi perusahaan dari risiko murni, dan karena kreditur pelanggan dan pemasok lebih menyukai perusahaan yang dilindungi maka secara tidak langsung menolong meningkatkan public image. 3. Pendidikan Karakter dan Pengembangan Budaya ( PKPB) disiplin, jujur, kreatif, inovatif dan mandiri. a. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. b. Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya yang menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan c. Kreatif dan inovatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki d. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas e. Peduli sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan |
| 4. | Metode Pembelajaran | : | 1. Ceramah bervariasi 2. Tugas individu (CL) model jigsaw 3. Pendekatan CTL | |||||||||||||||||||||||||
| 5. | Langkah-Langkah Pembelajaran | |||||||||||||||||||||||||||
| | a. Pertemuan ke 1 | : | i. | Kegiatan Awal 1. Apersepsi 2. Guru menyampaikan kepada siswa hari ini akan mempelajari tentang resiko usaha | ||||||||||||||||||||||||
| | | | ii. | Kegiatan Inti 1. Guru menerangkan apa yang dimaksud dengan resiko. 2. Siswa diajak untuk bertukar pendapat tentang contoh-contoh resiko yang pernah dihadapi oleh mereka dan bagaimana mereka mengatasinya 3. Guru melanjutkan dengan menjelaskan macam-macam unsur serta jenis resiko usaha. Siswa mencatat hal–hal yang penting. 4. Guru mengajak siswa berdiskusi tentang pentingnya mengelola resiko dengan konsep manajemen resiko. Guru meluruskan bila ada persepsi yang salah. 5. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang masih belum dimengerti terkait materi yang dibahas | ||||||||||||||||||||||||
| | | | iii. | Penutup Refleksi, berdoa dan salam | ||||||||||||||||||||||||
| | b. Pertemuan ke 2 | : | i. | Kegiatan Awal 1. Apersepsi 2. Guru meminta pendapat beberapa murid terkait bahasan pada pertemuan sebelumnya | ||||||||||||||||||||||||
| | | | ii. | Kegiatan Inti 1. Guru mengajak siswa berdiskusi terkait penanganan resiko, cara menghindari, dan bagaimana memperkecil resiko negatit dan pengalihan resiko kepada pihak lain 2. Guru memperhatikan setiap pendapat yang dikemukakan oleh siswa dan menilai keaktifan siswa dalam keberaniannya untuk aktif di dalam kelas. Guru meluruskan bila ada pendapat yang salah. | ||||||||||||||||||||||||
| | | | iii. | Penutup 1. Guru memberi tugas individu pada siswa untuk melakukan pengamatan pada unit bisnis kecil di sekitar lingkungan tempat tinggalnya dan menganalisis resiko usaha dan hal-hal yang harus dilakukan untuk mengatasi resiko tersebut 2. Refleksi, berdoa dan salam | ||||||||||||||||||||||||
| | c. Pertemuan ke 3 | | i. | Kegiatan Awal 1. Apersepsi 2. Guru meminta siswa mengumpulkan tugas individunya. | ||||||||||||||||||||||||
| | | | ii. | Kegiatan Inti 1. Guru meminta beberapa siswa mempresentasikan pekerjaan rumahnya dan hasil pengamatannya. Guru dan siswa lainnya mengamati apa yang dikemukakan. 2. Para siswa diberi kesempatan untuk mengutarakan pendapatnya berdasar apa yang sudah dipresentasikan oleh beberapa temannya. Guru menampung jawaban dari siswa. 3. Guru menghubungkan materi diskusi yang dilakukan dengan karakteristik usaha beserta resikonya | ||||||||||||||||||||||||
| | | | iii. | Penutup Refleksi, berdoa dan salam | ||||||||||||||||||||||||
| | d. Pertemuan ke 4 | | i. | Kegiatan Awal Apersepsi | ||||||||||||||||||||||||
| | | | ii. | Kegiatan Inti Guru melakukan tes tulis pada siswa | ||||||||||||||||||||||||
| | | | iii. | Penutup Refleksi, doa dan salam | ||||||||||||||||||||||||
| | | | | |||||||||||||||||||||||||
| 6. | Alat/Bahan/Sumber Belajar | : | 1. Alat : kapur, papan tulis, unjuk kerja 2. Bahan : guru, peta konsep/gambar 3. Sumber belajar : § buku kewirausahawan untuk SMK, buku yang relevan § Instrumen penilaian pelajaran kewirausahaan § CD pembelajaran,kliping/koran dan internet. | |||||||||||||||||||||||||
| 7 | Penilaian | | | |||||||||||||||||||||||||
| | a. Bentuk Penilaian | : | 1. Tes tertulis 2. Tes lesan 3. Diskusi / simulasi 4. Tugas/pengamatan menggunakan instrument portofolio | |||||||||||||||||||||||||
| | b. Teknik Penilaian | : | 1 | Kognitif 1. Tes tulis 2. Tes lesan | ||||||||||||||||||||||||
| | | | 2 | Psikomotor 1. Tugas kelompok 2. Tugas individu 3. Diskusi kelompok /kelas | ||||||||||||||||||||||||
| | | | 3 | Afektif: Pengamatan siswa dalam proses belajar mengajar | ||||||||||||||||||||||||
| | c. Rubrik Penilaian | : | i. | Aspek Kognitif
Ket: Soal dan Kunci Jawaban Terlampi | ||||||||||||||||||||||||
| | | | ii. | Aspek Psikomotor Tugas terstruktur antara lain diskusi dan kliping.
| ||||||||||||||||||||||||
| | | | iii. | Aspek Afektif
| ||||||||||||||||||||||||
| | d. Rubrik PKPB | : | 1. Aspek PKPB a. Disiplin Ø Hadir pada saat jam pelajaran (kecuali karena sakit, atau alasan dengan izin) Ø Menyerahkan laporan, tugas ataupun pekerjaan rumah tepat waktu b. Jujur Ø Memberikan laporan, tugas, ataupun pekerjaan rumah atas hasil pengerjaannya sendiri. Ø Bersaing secara sehat dengan teman pada saat proses belajar mengajar berlangsung Ø Tidak mencontek pada saat ujian c. Kreatif dan Inovatif Ø Turut andil berpastisipasi di kelompoknya dalam setiap pengerjaan tugas ataupun presentasi kelompok Ø Menyampaikan argumen di kelas dengan sopan serta mampu memberikan masukan-masukan yang baru dalam ‘brainstorming’ yang berlangsung Ø Mempunyai inisiatif untuk berani bertanya pada guru terkait hal-hal yang belum dimengerti d. Mandiri Ø Berani untuk mengkomunikasikan pendapat atau argumennya dalam kelas Ø Teliti dalam mengerjakan tugas yang diberikan e. Peduli Sosial Ø Berempati kepada sesama teman Ø Membangun kerukunan warga kelas 2. Penilaian PKPB Nilai berupa scoring skala 1 sampai dengan 4. 1 = kurang ; 2 = cukup 3 = baik = ; 4 = sangat baik Tabel Penilain PKPB
Keterangan: M = Mandiri ; J = Jujur ; KI = Kreatif dan inovatif M = Mandiri ; PS = Peduli sosial Penentuan nilai akhir PKPB: Range skor 17-20 = A Range skor 13-16 = B Range skor kurang dari 12 = C | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 8. | Kriteria Ketuntasan | : |
Kriteria Ketuntasan Minimal = 7,50 Keterangan: 1. Peserta didik yang sudah tuntas (di atas Kriteria Ketuntasan Minimal) maka peserta didik diberi proram pengayaan 2. Peserta didik yang belum tuntas maka diberikan remidi |
Lampiran
Soal dan Kunci Jawaban
Soal!
1. Jelaskan yang dimaksud dengan resiko dan hubungannya dengan faktor untung rugi!
2. Jelaskan perbedaan antara resiko spekulatif dengan resiko murni
3. Terangkan bagaimana melakukan manajemen resiko
4. Sebutkan manfaat manajemen resiko
5. Jelaskan mengapa seorang wirausahawan harus mampu untuk mengambil sebuah resiko usaha
Kunci Jawaban!
1. Resiko adalah sesuatu yang berhubungan dengan ketidakpastian, yang mana terjadi oleh karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi.
Sesuatu yang tidak pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungkan atau merugikan. Menurut Wideman, ketidakpastian yang menimbulkan kemungkinan menguntungkan dikenal dengan istilah peluang (Opportunity), sedangkan ketidakpastian yang menimbulkan akibat yang merugikan dikenal dengan istilah risiko (Risk)
2. Perbedaan resiko spekulatif dengan resiko murni:
a. Risiko spekulatif
Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian. Resiko spekulatif kadang-kadang dikenal pula dengan istilah resiko bisnis(business risk).
b. Resiko murni
Resiko murni adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu cara menghindarkan risiko murni adalah dengan asuransi. Dengan demikian besarnya kerugian dapat diminimalkan.
3. Cara melakukan manajemen resiko:
- Mengidentifikasi terlebih dahulu risiko-risiko yang mungkin akan dialami oleh perusahaan
- Mengevaluasi atas masing-masing risiko ditinjau dari severity (nilai risiko) dan frekuensinya
- Mengendalikan risiko, secara fisik (risiko dihilangkan, risiko diminimalisir) dan ataupun secara finansial (risiko ditahan, risiko ditransfer)
- Menghilangkan risiko berarti menghapuskan semua kemungkinan terjadinya kerugian misalnya dalam mengendarai mobil di musim hujan, kecepatan kendaraan dibatasi maksimum 60 km/jam
- Meminimasi risiko dilakukan dengan upaya-upaya untuk meminimumkan kerugian misalnya dalam produksi, peluang terjadinya produk gagal dapat dikurangi dengan pengawasan mutu (quality control)
- Menahan sendiri risiko berarti menanggung keseluruhan atau sebagian dari risiko, misalnya dengan cara membentuk cadangan dalam perusahaan untuk menghadapi kerugian yang bakal terjadi (retensi sendiri)
- Pengalihan/transfer risiko dapat dilakukan dengan memindahkan kerugian/risiko yang mungkin terjadi kepada pihak lain, misalnya perusahaan asuransi
4. Manfaat manajemen resiko
a. Mencegah perusahaan dari kegagalan.
b. Menunjang secara langsung peningkatan laba.
c. Manajemen risiko memberi laba secara tak langsung.
d. Adanya ketenangan pikiran bagi manajer yang disebabkan oleh adanya perlindungan terhadap risiko murni, merupakan harta non material bagi perusahaan
e. Melindungi perusahaan dari risiko murni, dan karena kreditur pelanggan dan pemasok lebih menyukai perusahaan yang dilindungi maka secara tidak langsung menolong meningkatkan public image.
5. Seorang wirausaha harus mampu mengambil resiko karena setiap alternatif keputusan mengandung resiko masing-masing. Dan seorang pengambil keputusan harus berani mengambil resiko apapun dari keputusan yang dia ambil dan bertanggung jawab untuk seminimal mungkin memperkecil resiko yang negatif, semaksimal mungkin menjadikan keputusan yang dia ambil berpotensi positif dan tidak menimbulkan kerugian besar