Jumat, 28 Oktober 2011

KWU - Membangun Komitmen Bagi Dirinya dan Bagi Orang Lain

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP 5)




STANDAR KOMPETENSI
Mengaktualisasikan Sikap dan Perilaku Wirausaha



KOMPETENSI DASAR
Membangun Komitmen Bagi Dirinya dan Bagi Orang Lain














Oleh:
SUTARTI SPd
NIP 19540508 198503 2 003













RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


SEKOLAH
:
SMK
MATA PELAJARAN
:
Kewirausahaan
KELAS/SEMESTER
:
X / 1
Pertemuan ke
:
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 dan 8
Alokasi Waktu
:
8 x 45 menit (2 jam per minggu)
Standart Kompetensi
:
Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha
Kompetensi Dasar
:
Membangun komitmen bagi dirinya dan bagi orang lain



1.
Indikator
:
1.     Memiliki semangat dan tahan uji di setiap tantangan
2.     Memiliki kesabaran di dalam berusaha
3.     Menerapkan komitmen


2.
Tujuan Pembelajaran
:
Setelah pelajaran selesai diharapkan siswa dapat / mampu:
1.     Memiliki semangat dan tahan uji di setiap tantangan
2.     Memiliki kesabaran di dalam berusaha
3.     Menerapkan komitmen


3.
Materi Ajar
:
1.     Faktor yang meningkatkan komitmen
Seorang wirausaha yang mempunyai komitmen tinggi adalah orang yang mentaati atau memenuhi janjinya untuk memajukan usaha bisnisnya sampai berhasil.
Berikut adalah faktor-faktor pendukung yang meningkatkan komitmen tinggi:
  1. Konsisten, tegas dan fair
  2. Mercusuar (kharismanya tidak hanya menerangi dari kejauhan, tetapi juga mempraktekkan apa yang dibicarakan dan disampaikannya)
  3. Konsentrasi pada manusia (memperhatikan masalah, keinginan dan perkembangan bawahannnya untuk menciptakan atmosfir kerja yang menyenangkan dan menggairahkan

2.     Penerapan komitmen tepat waktu
Seorang wirausaha harus dapat memanfaatkan dan memandang waktu, sebagai berikut:
  1. Tepat waktu adalah organisasi
Artinya keseluruhan dari aktivitas kegiatan untuk mencapai suatu tujuan
  1. Tepat waktu adalah kekuasaan
Maksudnya waktu yang kita hadapi sekarang akan menentukan kejadian-kejadian pada masa akan datang
  1. Tepat waktu adalah nilai uang
Adalah bahwa waktu yang diberikan sesoarang untuk dapat menghasilkan sesuatu yang dapat dinilai dengan uang
  1. Tepat waktu adalah ukuran
Maksudnya, menentukan berapa lama harus bekerja untuk menghasilkan sesuatu dan berapa lama waktu yang kita abaikan sehingga dapat menimbulkan kerugian

3.     Penerapan kepedulian terhadap mutu hasil kerja
Mutu atau kualitas prosuk ditentukan oleh daya tarik produk, teknik pembuatannya, bahan-bahannya dan adanya spesifikasi. Dan untuk menjamin mutu produk, setiap perusahaan harus mengadakan pengujian dan pengawasan.
Kepedulian terhadap mutu (kualitas) memiliki elemen-elemen sebagai berikut:
  1. Informasi mutu digunakan untuk perbaikan
  2. Imbal jasa harus sepadan dengan nilai pekerjaannya
  3. Warga perusahaan harus merasa memiliki perusahaan
  4. Kewenangannya harus sebatas tanggung jawab
  5. Kolaborasi harus merupakan basis kerjasama
  6. Warga perusahaan aman dan senang pada pekerjaannya
  7. Rasa keadilan harus ditanamkan

4.     Penerapan komitmen tinggi terhadap pengendalian diri
  1. Ketabahan
Ketabahan artinya tetap dan kuat di dalam menghadapi cobaan dan kesulitan hidup dalam berusaha.
Para wirausaha diharapkan memiliki ketabahan karena kemajuan dan sukses harus diperoleh melalui kerja keras, keyakinan, perjuangan, pengorbanan dan ketabahan.
  1. Keuletan
Keuletan artinya tangguh, kuat dan tidak mudah berputus asa
Orang-orang yang ulet selalu mencari jalan yang lebih baik untuk maju dan mencapai sukses, akan tetapi tentu saja harus ditunjang dengan perjuangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri.
  1. Disiplin
Disiplin berarti latihan dan ketaatan terhadap aturan. Disiplin itu merupakan karakter yang bersifat perorangan dan datang dari diri sendiri, dan merupakan hasil dari kemauan.
  1. Kerja sama
Dengan bekerja sama dengan orang lain maka akan terbina suatu pergaulan yang saling membantu dan saling menolong. Sifat saling bekerja sama ini dapat terwujud bila tiap individu di dalamnya terdapat sikap saling pengertian, saling asah asih, dan saling asuh.

5.     Pendidikan Karakter dan Pengembangan Budaya ( PKPB) disiplin, jujur, kreatif, inovatif dan mandiri.
a.     Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
b.     Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya yang menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan
c.      Kreatif dan inovatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki
d.     Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas
e.      Peduli sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan
4.
Metode Pembelajaran
:
1.     Ceramah bervariasi
2.     Tugas individu (CL) model jigsaw
3.     Pendekatan CTL


5.
Langkah-Langkah Pembelajaran

a. Pertemuan ke 1
:
i.
Kegiatan Awal
1.     Apersepsi
2.     Guru menyampaikan kepada siswa hari ini akan mempelajari bagaimana membangun sebuah komitmen




ii.
Kegiatan Inti
1.     Guru memberikan penjelasan mengenai apa yang dimaksud komitmen.
2.     Guru mengajak siswa melakukan ‘brainstorming’ hubungan antara komitmen dengan tantangan, hambatan, peluang serta ancaman. Guru meluruskan bila ada pemahaman yang salah.
3.     Guru melanjutkan dengan tanya jawab mengenai faktor-faktor yang  menunjukkan seseorang memiliki komitmen. Siswa mencatat hal–hal yang penting.
4.     Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang masih belum dimengerti terkait materi yang dibahas




iii.
Penutup
Refleksi, berdoa dan salam



b. Pertemuan ke 2
:
i.
Kegiatan Awal
1.     Apersepsi
2.     Guru meminta beberapa siswa mengemukakan pendapatnya mengenai mutu kerja




ii.
Kegiatan Inti
1.     Guru mengajak siswa berdiskusi pentingnya kepedulian terhadap mutu hasil kerja dan siapa sajakah yang berkewajiban untuk berkomitmen dalam hal tersebut.
2.     Para siswa diberi kesempatan untuk mengutarakan pendapatnya. Guru menampung jawaban dari siswa, meluruskan pemahaman yang salah lalu menyimpulkan.
3.     Guru menjelaskan pentingnya manajemen waktu untuk menjadi seorang wirausahawan yang berhasil. Guru menghubungkannya dengan perilaku tepat waktu dan tepat janji dalam lingkungan keseharian siswa.




iii.
Penutup
1.     Guru memberi tugas kelompok. Satu kelas terdiri dari 8 kelompok yang masing-masing anggotanya 5 orang.
2.     Tiap-tiap kelompok diminta untuk membuat kliping dengan sumber koran dan internet mengenai perusahaan-perusahaan di Indonesia yang menerapkan komitmen tinggi terhadap mutu hasil pekerjaan dan aspek-aspek kerja lainnya. Tiap kelompok juga diminta melakukan analisis.
3.     Refleksi, berdoa dan salam


c. Pertemuan ke 3
:
i.
Kegiatan Awal
1.     Apersepsi
2.     Guru meminta siswa mengumpulkan tugas kelompok yang telah diberikan




ii.
Kegiatan Inti
1.     Guru memilih 4 kelompok secara acak, dan meminta untuk melakukan presentasi tugas kelompoknya.
2.     Setiap setelah satu kelompok melakukan presentasi, kelompok lain yang tidak sedang melakukan presentasi mencatat hal-hal yang penting lalu memberi pertanyaan ataupun pendapatnya terhadap bahasan yang dikemukakan kelompok yang bertugas presentasi
3.     Guru memberi kesempatan kepada setiap setiap anggota kelompok untuk berperan aktif dalam kelompok masing-masing. Guru sebagai moderator.
4.     Guru melakukan pengamatan mengenai kerja sama, keaktifan, kreatifitas dan kemampuan siswa menangkap intisari bahasan.
5.     Setiap presentasi diakhiri dengan membuat kesimpulan yang difasilitasi oleh guru. Guru meluruskan bila ada pemahaman yang salah dari siswa




iii.
Penutup
1.     Siswa diminta mengumpulkan tugas kelompoknya
2.     Refleksi, berdoa dan salam



d. Pertemuan ke 4
:
i.
Kegiatan Awal
Apersepsi




ii.
Kegiatan Inti
Guru melakukan tes tulis pada siswa




iii.
Penutup
Refleksi, doa dan salam





6.
Alat/Bahan/Sumber Belajar
:
1.     Alat : kapur, papan tulis, unjuk kerja
2.     Bahan : guru, peta konsep/gambar
3.     Sumber belajar :
§  buku – buku kewirausahawan untuk SMK
§  buku – buku pegangan yang relevan
§  Instrumen penilaian pelajaran kewirausahaan
§  CD pembelajaran.
§  kliping/koran dan internet.


7
Penilaian



a. Bentuk Penilaian
:
1.    Tes tertulis
2.    Tes lesan
3.    Diskusi / simulasi
4.    Tugas/pengamatan menggunakan instrument portofolio


b. Teknik Penilaian
:
1
Kognitif
1.     Tes tulis
2.     Tes lesan




2
Psikomotor
1.     Tugas  kelompok
2.     Tugas individu
3.     Diskusi kelompok /kelas




3
Afektif
Pengamatan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar



c. Rubrik Penilaian
:
i.
Aspek Kognitif

No
Aspek yang Dinilai
Skor
1
Menjelaskan pengertian komitmen dan pentingnya komitmen bagi wirausahawan
20
2
Menyebutkan faktor-faktor yang dapat meningkatkan komitmen
20
3
Menerangkan pentingnya kemampuan mengelola waktu untuk mencapai kesuksesan
20
4
Menjelaskan pengaruh mutu hasil kerja bagi seorang wirausaha
20
5
Menjelaskan apa yang dimaksud dengan ketabahan, keuletan, disiplin dan kerja sama
20
JUMLAH
100
Ket:
Soal dan Kunci Jawaban Terlampir





ii.
Aspek Psikomotor
Tugas terstruktur antara lain diskusi dan kliping.

No
Aspek yang Dinilai
Skor
1
Keterampilan mengumpulkan bahan materi
50
2
Keterampilan dalam penyusunan bahan materi sesuai judulnya/tugasnya
50
JUMLAH
100



iii.
Aspek Afektif

No
Aspek yang Dinilai
Skor
1
Mengikuti pelajarandengan baik
20
2
Aktif berdiskusi/presentasi
20
3
Aktif menjawab soal
20
4
Berkerja sama dengan kelompok
20
5
Menyerahkan tugas tepat waktu
20
JUMLAH
100



d. Rubrik PKPB
:
1.     Aspek PKPB
a.      Disiplin
Ø  Hadir pada saat jam pelajaran (kecuali karena sakit, atau alasan dengan izin)
Ø  Menyerahkan laporan, tugas ataupun  pekerjaan rumah tepat waktu
b.     Jujur
Ø  Memberikan laporan, tugas, ataupun pekerjaan rumah atas hasil pengerjaannya sendiri.
Ø  Bersaing secara sehat dengan teman pada saat proses belajar mengajar berlangsung
Ø  Tidak mencontek pada saat ujian



c.      Kreatif dan Inovatif
Ø  Turut andil berpastisipasi di kelompoknya dalam setiap pengerjaan tugas ataupun presentasi kelompok
Ø  Menyampaikan argumen di kelas dengan sopan serta mampu memberikan masukan-masukan yang baru dalam ‘brainstorming’ yang berlangsung
Ø  Mempunyai inisiatif untuk berani bertanya pada guru terkait hal-hal yang belum dimengerti
d.      Mandiri
Ø  Berani untuk mengkomunikasikan pendapat atau argumennya dalam kelas
Ø  Teliti dalam mengerjakan tugas yang diberikan
e.      Peduli Sosial
Ø  Berempati kepada sesama teman
Ø  Membangun kerukunan warga kelas

2.     Penilaian PKPB
Nilai berupa scoring skala 1 sampai dengan 4.
1 = kurang      ;        2 = cukup
3 = baik =       ;       4 = sangat baik             

Tabel Penilain PKPB
No
Nama Siswa
M
J
KI
M
PS
Jmlh
Skor
Nilai
Akhir
1








2








3








4








dst








Keterangan:
M = Mandiri         ;     J  = Jujur                 ;     KI = Kreatif dan inovatif
M = Mandiri         ;    PS = Peduli sosial

Penentuan nilai akhir PKPB:
Range skor 17-20 = A
Range skor 13-16 = B
Range skor kurang dari 12 = C

8.
Kriteria Ketuntasan

:

Nilai akhir yang diperoleh siswa
=
40% x (Skor Aspek Kognitif) + 50% x (Skor Aspek Psikomotor) + 10% x (Aspek-Aspek Afektif)
Kriteria Ketuntasan Minimal = 7,50
Keterangan:
1.      Peserta didik yang sudah tuntas (di atas Kriteria Ketuntasan Minimal)  maka peserta didik diberi proram pengayaan
2.     Peserta didik yang belum tuntas maka diberikan remidi



           
Lampiran

Soal dan Kunci Jawaban

Soal!
1.     Jelaskan pengertian komitmen dan pentingnya komitmen bagi wirausahawan!
2.     Sebutkan faktor-faktor yang dapat meningkatkan komitmen!
3.     Terangkan pentingnya kemampuan mengelola waktu untuk mencapai kesuksesan!
4.     Jelaskan pengaruh mutu hasil kerja bagi seorang wirausaha!
5.     Jelaskan apa yang dimaksud dengan ketabahan, keuletan, disiplin dan kerja sama!

Kunci Jawaban!
1.     Komitmen adalah kekuatan yang mengikat seseorang pada suatu tindakan yang memiliki relevansi dengan satu atau lebih sasaran.
Komitmen penting bagi wirausahawan karena dengan adanya komitmen diharapkan wirausahawan dapat:
a.      Pantang menyerah dalam keadaan apapun juga
b.     Memiliki semangat yang kuat dan tahan uji di setiap tantangan penderitaan lahir batin
c.      Memiliki kesabaran dalam berusaha
d.     Selalu bekerja keras, berjuang dan berkorban untuk menuju keberhasilan yang diharapkan
2.     Faktor-faktor yang dapat meningkatkan komitmen:
a.      Konsisten, tegas dan fair
b.     Mercusuar (kharismanya tidak hanya menerangi dari kejauhan, tetapi juga mempraktekkan apa yang dibicarakan dan disampaikannya)
c.      Konsentrasi pada manusia (memperhatikan masalah, keinginan dan perkembangan bawahannnya untuk menciptakan atmosfir kerja yang menyenangkan dan menggairahkan
3.     Pentingnya kemampuan mengelola waktu untuk mencapai kesuksesan
  1. Tepat waktu adalah organisasi
Artinya keseluruhan dari aktivitas kegiatan untuk mencapai suatu tujuan
  1. Tepat waktu adalah kekuasaan
Maksudnya waktu yang kita hadapi sekarang akan menentukan kejadian-kejadian pada masa akan datang
  1. Tepat waktu adalah nilai uang
Adalah bahwa waktu yang diberikan sesoarang untuk dapat menghasilkan sesuatu yang dapat dinilai dengan uang
  1. Tepat waktu adalah ukuran
Maksudnya, menentukan berapa lama harus bekerja untuk menghasilkan sesuatu dan berapa lama waktu yang kita abaikan sehingga dapat menimbulkan kerugian
4.     Pentingnya pengaruh mutu hasil kerja bagi seorang wirausahawan:
a.      Memenuhi kebutuhan pelanggan
b.     Standar produk
c.      Penyesuaian-penyesuaian kompensasi pegawai
d.     Menentukan perbaikan kinerja yang harus dilakukan
5.     Ketabahan, keuletan, disiplin dan kerja sama adalah sikap-sikap yang diperlukan dalam menjaga sebuah komitmen.
a.     Ketabahan, artinya tetap dan kuat di dalam menghadapi cobaan dan kesulitan hidup dalam berusaha.
b.     Keuletan, artinya tangguh, kuat dan tidak mudah berputus asa
c.      Disiplin, berarti latihan dan ketaatan terhadap aturan. Disiplin itu merupakan karakter yang bersifat perorangan dan datang dari diri sendiri, dan merupakan hasil dari kemauan.
d.     Kerja sama, dengan bekerja sama dengan orang lain maka akan terbina suatu pergaulan yang saling membantu dan saling menolong. Sifat saling bekerja sama ini dapat terwujud bila tiap individu di dalamnya terdapat sikap saling pengertian, saling asah asih, dan saling asuh.