RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP 7)
| STANDAR KOMPETENSI |
| Mengaktualisasikan Sikap dan Perilaku Wirausaha |
| KOMPETENSI DASAR |
| Membuat Keputusan |
Oleh:
SUTARTI SPd
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
| SEKOLAH | : | SMK |
| MATA PELAJARAN | : | Kewirausahaan |
| KELAS/SEMESTER | : | X / 1 |
| Pertemuan ke | : | 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 dan 8 |
| Alokasi Waktu | : | 8 x 45 menit (2 jam per minggu) |
| Standart Kompetensi | : | Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha |
| Kompetensi Dasar | : | Membuat keputusan |
| 1. | Indikator | : | 1. Merumuskan alternatif pemecahan masalah 2. Memecahkan masalah dengan analisis SWOT 3. Memperhitungkan resiko keberhasilan dan kegagalan dalam pengambilan keputusan |
| 2. | Tujuan Pembelajaran | : | Setelah pelajaran selesai diharapkan siswa dapat / mampu: 1. Merumuskan alternatif pemecahan masalah 2. Memecahkan masalah dengan analisis SWOT 3. Memperhitungkan resiko keberhasilan dan kegagalan dalam pengambilan keputusan |
| 3. | Materi Ajar | : | 1. Solusi pemecahan masalah a. Metode pemecahan masalah Berikut ini langkah-langkah dalam pemecahan masalah 1) Identifikasi masalah Identifikasi masalah dapat dilakukan dengan observasi lapangan, analisis dokumen, serta dengan mencari informasi melalui orang lain. 2) Memilah-milah masalah Dengan memilah-milah masalah kita menguraikan masalah kompleks menjadi masalah tunggal. Masalah yang tidak saling berhubungan dapat dipisahkan secara horisontal (pohon masalah) sedangkan masalah yang saling memiliki hubungan sebab akibat dipisahkan secara vertikal. 3) Memprioritas masalah Jika ada lebih dari satu masalah yang siap ditangani, perlu menentukan prioritas masalah. Kriteria prioritas masalah yaitu berdasarkan kemendesakan, kegawatan dan perkembangan. 4) Melokasi Masalah Ada 3 kemungkinan jenis masalah yaitu masalah penyimpangan, memilih tindakan atau mengamankan rencana. b. Alternatif pemecahan masalah Berikut karakteristik pembuatan alternatif masalah: § alternatif diusulkan dan dikemukakan terlebih dahulu sebelum kemudian dilakukan evaluasi § alternatif yang ada, diusulkan oleh semua orang yang terlibat dalam penyelesaian masalah. § alternatif harus sejalan dengan tujuan atau kebijakan organisasi. § alternatif yang diusulkan perlu mempertimbangkan konsekuensi yang muncul dalam jangka pendek, maupun jangka panjang. § alternatif yang ada saling melengkapi 2. Komunikasi Komunikasi merupakan hal yang wajib yang harus dilakukan oleh seorang wirausaha untuk melakukan proses pengambilan keputusan dan guna mengaplikasikan keputusan yang telah dibuat. Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut nonverbal. 3. Analisis SWOT Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisa SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru 4. Pendidikan Karakter dan Pengembangan Budaya ( PKPB) disiplin, jujur, kreatif, inovatif dan mandiri. a. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. b. Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya yang menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan c. Kreatif dan inovatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki d. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas e. Peduli sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan |
| | | | |
| 4. | Metode Pembelajaran | : | 1. Ceramah bervariasi 2. Tugas individu (CL) model jigsaw 3. Pendekatan CTL | ||||||||||||||||||||||
| 5. | Langkah-Langkah Pembelajaran | ||||||||||||||||||||||||
| | a. Pertemuan ke 1 | : | i. | Kegiatan Awal 1. Apersepsi 2. Guru menyampaikan kepada siswa hari ini akan mempelajari pembuatan keputusan | |||||||||||||||||||||
| | | | ii. | Kegiatan Inti 1. Guru menanyakan kepada siswa mengenai apa saja yang diketahui oleh siswa tentang pengambilan keputusan dan kapan keputusan harus diambil. Guru menampung jawaban dari siswa, 2. Guru melanjutkan dengan menghubungkannya dengan materi yang akan dibahas. Guru menguraikan pengertian pengambilan keputusan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Siswa mencatat hal–hal yang penting. 3. Diskusi singkat tentang bagaimana pemecahan masalah dan hubungan dengan bab sebelumnya yakni resiko usaha 4. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang masih belum dimengerti terkait materi yang dibahas | |||||||||||||||||||||
| | | | iii. | Penutup 1. Guru memberi pekerjaan rumah pada siswa untuk menganalisis masalah-masalah keseharian siswa yang terkait kehidupan sekolah keputusan-keputusan apa yang mereka buat dan lakukan 2. Refleksi, berdoa dan salam | |||||||||||||||||||||
| | b. Pertemuan ke 2 | : | i. | Kegiatan Awal 1. Apersepsi 2. Guru meminta siswa mengumpulkan tugas individunya | |||||||||||||||||||||
| | | | ii. | Kegiatan Inti 1. Guru menjelaskan pentingnya komunikasi dalam membuat dan memperhitungkan pengambilan keputusan 2. Guru menerangkan pengertian SWOT. Siswa mencatat hal-hal penting 3. Guru mengajak siswa berdiskusi tentang analisis SWOT dan strategi yang sesuai dalam pengambilan keputusan. | |||||||||||||||||||||
| | | | iii. | Penutup 1. Guru memberi pekerjaan rumah berupa tugas kelompok. satu kelas terdiri dari 5 kelompok yang masing-masing anggotanya 8 orang. 2. Guru meminta setiap kelompok melakukan wawancara dan penelitian pada unit bisnis yang telah ditentukan oleh guru lalu kemudian melakukan analisis SWOT 3. Refleksi, berdoa dan salam | |||||||||||||||||||||
| | c. Pertemuan ke 3 | : | i. | Kegiatan Awal 1. Apersepsi 2. Guru meminta siswa mengeluarkan tugas kelompok yang pada pertemuan kali ini akan dibahas | |||||||||||||||||||||
| | | | ii. | Kegiatan Inti 1. Kelompok 1 hingga 5 diberi kesempatan melakukan presentasi secara bergantian 2. Setiap setelah satu kelompok melakukan presentasi, kelompok lain yang tidak sedang melakukan presentasi mencatat hal-hal yang penting lalu memberi pertanyaan ataupun pendapatnya terhadap bahasan yang dikemukakan kelompok yang bertugas presentasi 3. Guru memberi kesempatan kepada setiap setiap anggota kelompok untuk berperan aktif dalam kelompok masing-masing. Guru sebagai moderator. 4. Guru melakukan pengamatan mengenai kerja sama, keaktifan, kreatifitas dan kemampuan siswa menangkap intisari bahasan. 5. Setiap presentasi diakhiri dengan membuat kesimpulan yang difasilitasi oleh guru. Guru meluruskan bila ada pemahaman yang salah dari siswa | |||||||||||||||||||||
| | | | iii. | Penutup 1. Guru mengumpulkan tugas kelompok siswa 2. Refleksi, berdoa dan salam | |||||||||||||||||||||
| | d. Pertemuan ke 4 | : | i. | Kegiatan Awal Apersepsi | |||||||||||||||||||||
| | | | ii. | Kegiatan Inti Guru melakukan tes tulis pada siswa | |||||||||||||||||||||
| | | | iii. | Penutup Refleksi, doa dan salam | |||||||||||||||||||||
| | | | | ||||||||||||||||||||||
| 6. | Alat/Bahan/Sumber Belajar | : | 1. Alat : kapur, papan tulis, unjuk kerja 2. Bahan : guru, peta konsep/gambar 3. Sumber belajar : § buku – buku kewirausahawan untuk SMK § buku – buku pegangan yang relevan § Instrumen penilaian pelajaran kewirausahaan § CD pembelajaran. § kliping/koran dan internet. | ||||||||||||||||||||||
| 7 | Penilaian | | | ||||||||||||||||||||||
| | a. Bentuk Penilaian | : | 1. Tes tertulis 2. Tes lesan 3. Diskusi / simulasi 4. Tugas/pengamatan menggunakan instrument portofolio | ||||||||||||||||||||||
| | b. Teknik Penilaian | : | 1 | Kognitif 1. Tes tulis 2. Tes lesan | |||||||||||||||||||||
| | | | 2 | Psikomotor 1. Tugas kelompok 2. Tugas individu 3. Diskusi kelompok /kelas | |||||||||||||||||||||
| | | | 3 | Afektif Pengamatan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar | |||||||||||||||||||||
| | c. Rubrik Penilaian | : | i. | Aspek Kognitif
Ket: Soal dan Kunci Jawaban Terlampir | |||||||||||||||||||||
| | | | ii. | Aspek Psikomotor Tugas terstruktur antara lain diskusi dan kliping.
| |||||||||||||||||||||
| | | | iii. | Aspek Afektif
| |||||||||||||||||||||
| | d. Rubrik PKPB | : | 1. Aspek PKPB a. Disiplin Ø Hadir pada saat jam pelajaran (kecuali karena sakit, atau alasan dengan izin) Ø Menyerahkan laporan, tugas ataupun pekerjaan rumah tepat waktu b. Jujur Ø Memberikan laporan, tugas, ataupun pekerjaan rumah atas hasil pengerjaannya sendiri. Ø Bersaing secara sehat dengan teman pada saat proses belajar mengajar berlangsung Ø Tidak mencontek pada saat ujian c. Kreatif dan Inovatif Ø Turut andil berpastisipasi di kelompoknya dalam setiap pengerjaan tugas ataupun presentasi kelompok Ø Menyampaikan argumen di kelas dengan sopan serta mampu memberikan masukan-masukan yang baru dalam ‘brainstorming’ yang berlangsung Ø Mempunyai inisiatif untuk berani bertanya pada guru terkait hal-hal yang belum dimengerti d. Mandiri Ø Berani untuk mengkomunikasikan pendapat atau argumennya dalam kelas Ø Teliti dalam mengerjakan tugas yang diberikan e. Peduli Sosial Ø Berempati kepada sesama teman Ø Membangun kerukunan warga kelas 2. Penilaian PKPB Nilai berupa scoring skala 1 sampai dengan 4. 1 = kurang ; 2 = cukup 3 = baik = ; 4 = sangat baik Tabel Penilain PKPB
Keterangan: M = Mandiri ; J = Jujur ; KI = Kreatif dan inovatif M = Mandiri ; PS = Peduli sosial Penentuan nilai akhir PKPB: Range skor 17-20 = A Range skor 13-16 = B Range skor kurang dari 12 = C | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 8. | Kriteria Ketuntasan | : |
Kriteria Ketuntasan Minimal = 7,50 Keterangan: 1. Peserta didik yang sudah tuntas (di atas Kriteria Ketuntasan Minimal) maka peserta didik diberi proram pengayaan 2. Peserta didik yang belum tuntas maka diberikan remidi |
Lampiran
Soal dan Kunci Jawaban
Soal!
1. Jelaskan yang dimaksud dengan keputusan dan kapan keputusan harus diambil!
2. Sebutkan langkah-langkah metode pemecahan masalah!
3. Jelaskan karakteristik-karakteristik pembuatan alternatif masalah!
4. Jelaskan yang dimaksud kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman!
5. Jelaskan cara melakukan analisis SWOT!
Kunci Jawaban!
1. Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Suatu keputusan merupakan jawaban yang pasti terhadap suatu pertanyaan.
Keputusan harus diambil ketika dibutuhkan suatu pengakhiran dari proses pemikiran tentang suatu masalah atau problem untuk menjawab pertanyaan apa yang harus diperbuat guna mengatasi masalah tersebut, dengan menjatuhkan pilihan pada suatu alternatif.
2. Langkah-langkah dalam pemecahan masalah:
a. Identifikasi masalah
Identifikasi masalah dapat dilakukan dengan observasi lapangan, analisis dokumen, serta dengan mencari informasi melalui orang lain.
b. Memilah-milah masalah
Dengan memilah-milah masalah kita menguraikan masalah kompleks menjadi masalah tunggal. Masalah yang tidak saling berhubungan dapat dipisahkan secara horisontal (pohon masalah) sedangkan masalah yang saling memiliki hubungan sebab akibat dipisahkan secara vertikal.
c. Memprioritas masalah
Jika ada lebih dari satu masalah yang siap ditangani, perlu menentukan prioritas masalah. Kriteria prioritas masalah yaitu berdasarkan kemendesakan, kegawatan dan perkembangan.
d. Melokasi Masalah
Ada 3 kemungkinan jenis masalah yaitu masalah penyimpangan, memilih tindakan atau mengamankan rencana.
3. Berikut karakteristik pembuatan alternatif masalah:
§ alternatif diusulkan dan dikemukakan terlebih dahulu sebelum kemudian dilakukan evaluasi
§ alternatif yang ada, diusulkan oleh semua orang yang terlibat dalam penyelesaian masalah.
§ alternatif harus sejalan dengan tujuan atau kebijakan organisasi.
§ alternatif yang diusulkan perlu mempertimbangkan konsekuensi yang muncul dalam jangka pendek, maupun jangka panjang.
§ alternatif yang ada saling melengkapi
4. Strengths (kekuatan)
merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
Weakness (kelemahan)
merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada.Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada.Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
Opportunities (peluang)
merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar.
merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar.
Threats (ancaman)
merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
5. Cara melakukan analisis SWOT:
a. Identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisa ini didasarkan pada hubungan atau interaksi antara unsur-unsur internal, yaitu kekuatan dan kelemahan, terhadap unsur-unsur eksternal yaitu peluang dan ancaman
b. Memanfaatkan kesempatan dan kekuatan (O dan S). Analisis ini diharapkan membuahkan rencana jangka panjang.
c. Atasi atau kurangi ancaman dan kelemahan (T dan W). Analisa ini lebih condong menghasilkan rencana jangka pendek, yaitu rencana perbaikan (short-term improvement plan).