Kamis, 17 November 2011

RPP Perpajakan - Mengidentifikasikan perhitungan PPh pasal 25


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP – 3d )


STANDAR KOMPETENSI
Menyiapkan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT)


KOMPETENSI DASAR
Menyiapkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan
Pajak Penghasilan Pasal 22, 23, 24 dan 25.


INDIKATOR
Mengidentifikasikan perhitungan PPh pasal 25












Oleh:
SUTARTI SPd



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


SEKOLAH
:
SMK
MATA PELAJARAN
:
Perpajakan
KELAS/SEMESTER
:
XI / 4
Pertemuan ke
:
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9  
Alokasi Waktu
:
9 x 45 menit (2 kali tatap muka per minggu)
Standart Kompetensi
:
Menyiapkan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) 
Kompetensi Dasar
:
Menyiapkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan pajak penghasilan pasal 22, 23, 24 dan 25.


1.
Indikator
:
Mengidentifikasikan perhitungan PPh pasal 25
                        
2.
Tujuan Pembelajaran
:
Setelah pelajaran selesai diharapkan siswa dapat / mampu
mengidentifikasikan perhitungan PPh pasal 25

3.
Materi Ajar
:
1.  Wajib pajak dan pemungut PPh pasal 25
2.  Tarif PPh pasal 25 dan cara menghitungnya

4.
Metode Pembelajaran
:
1.     Ceramah bervariasi
2.     Pendekatan CTL

 5.
Langkah-Langkah Pembelajaran


a. Pertemuan ke 1
:
i.
Kegiatan Awal
1.     Apersepsi
2.     Guru mengingatkan siswa tentang pengertian Pajak Penghasilan Umum
3.     Guru menyampaikan pada siswa bahwa pada pertemuan kali ini akan mempelajari ketentuan pasal 25 UU Pajak Penghasilan

ii.
Kegiatan Inti
1.     Guru menguraikan secara singkat mengenai apa yang dimaksud PPh pasal 25. Siswa mencatat hal-hal penting.
2.     Guru menjelaskan perbedaan PPh pasal 25 dengan PPh  pasal 17, pasal 21, pasal 22, pasal 23 dan pasal 24  berdasarkan UU No 17 tahun 2000 yang telah dipelajari sebelumnya. Siswa mencatat hal-hal penting
3.     Guru dan siswa melakukan tanya jawab mengenai wajib pajak dan pemungut PPh pasal 25
4.     Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami. Guru memberikan penjelasan.

iii.
Penutup
1.     Guru meminta siswa untuk mempelajari bahasan pada pertemuan selanjutnya yaitu metode pembayaran pajak dalam tahun berjalan
2.     Refleksi, doa dan salam

b. Pertemuan ke 2
:
i.
Kegiatan Awal
1.     Apersepsi
2.     Guru meminta pendapat beberapa siswa tentang apa yang sudah dipelajari tentang metode pembayaran pajak dalam tahun berjalan


ii.
Kegiatan Inti
1.     Guru melakukan tanya jawab dengan siswa tentang metode pembayaran pajak dalam tahun berjalan
2.     Guru menguraikan langkah-langkah menghitung besarnya PPh pasal 25. Siswa memperhatikan dan mencatat hal-hal penting


iii.
Penutup
1.     Guru memberikan pekerjaan rumah pada siswa yang dikerjakan secara berkelompok, satu kelas terdiri dari 8 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang, untuk membuat kliping terkait PPh pasal 25
2.     Refleksi, doa dan salam

c. Pertemuan ke 3



i.
Kegiatan Awal
Apersepsi

ii.
Kegiatan Inti
1.     Guru menguraikan bahasan tentang angsuran bulanan untuk masa sebelum penyampaian SPT
2.     Guru  memberi contoh pengerjaan penghitungan PPh pasal 25 untuk masa sebelum penyampaian SPT Siswa memperhatikan dan mencatat hal-hal penting.
3.     Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang masih belum dipahami.

iii.
Penutup
1.     Guru memberikan pekerjaan rumah tentang beberapa studi kasus untuk dihitung oleh siswa berapa PPh pasal 25 per bulan untuk masa sebelum penyampaian SPT
2.     Refleksi, doa dan salam

d. Pertemuan ke 4
:
i.
Kegiatan Awal
1.     Apersepsi
2.     Siswa diminta mengumpulkan pekerjaan rumahnya


ii.
Kegiatan Inti
1.     Pekerjaan rumah ditukar antar siswa kemudian dibahas bersama-sama antara siswa dengan guru
2.     Pekerjaan rumah tersebut dikumpulkan kepada guru
3.     Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang masih belum dipahami tentang pengerjaan penghitungan PPh pasal 25 untuk masa sebelum penyampaian SPT. Guru memberikan penjelasan.
4.     Guru memberi tugas mandiri tentang pengerjaan penghitungan PPh pasal 25 untuk masa sebelum penyampaian SPT


iii.
Penutup
1.     Guru meminta siswa mengumpulkan tugas mandirinya
2.     Refleksi, doa dan salam

e. Pertemuan ke 5
:

i.
Kegiatan Awal
Apersepsi



ii.
Kegiatan Inti
1.     Guru menguraikan bahasan tentang PPh pasal 25 atas kurang/lebih bayar
2.     Guru  memberi contoh pengerjaan penghitungan PPh pasal 25 atas kurang/lebih bayar. Siswa memperhatikan dan mencatat hal-hal penting.
3.     Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang masih belum dipahami.

iii.
Penutup
1.     Guru memberikan pekerjaan rumah tentang beberapa studi kasus untuk dihitung oleh siswa berapa PPh pasal 25 per bulan atas kurang/lebih bayar
2.     Refleksi, doa dan salam

f. Pertemuan ke 6
:
i.
Kegiatan Awal
1.     Apersepsi
2.     Siswa diminta mengumpulkan pekerjaan rumahnya


ii.
Kegiatan Inti
1.     Pekerjaan rumah ditukar antar siswa kemudian dibahas bersama-sama antara siswa dengan guru
2.     Pekerjaan rumah tersebut dikumpulkan kepada guru
3.     Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang masih belum dipahami tentang pengerjaan penghitungan PPh pasal 25 atas kurang/lebih bayar. Guru memberikan penjelasan.
4.     Guru memberi tugas mandiri tentang pengerjaan penghitungan PPh pasal 25 atas kurang/lebih bayar


iii.
Penutup
1.     Guru meminta siswa mengumpulkan tugas mandirinya
2.     Refleksi, doa dan salam

g. Pertemuan ke 7
:

i.
Kegiatan Awal
Apersepsi

ii.
Kegiatan Inti
1.     Guru menguraikan bahasan tentang PPh pasal 25 untuk perusahaan yang baru berdiri
2.     Guru  memberi contoh pengerjaan penghitungan PPh pasal 25 untuk perusahaan yangbaru berdiri. Siswa memperhatikan dan mencatat hal-hal penting.
3.     Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang masih belum dipahami.

iii.
Penutup
1.     Guru memberikan pekerjaan rumah tentang beberapa studi kasus untuk dihitung oleh siswa berapa PPh pasal 25 per bulan untuk perusahaan yang baru berdiri
2.     Refleksi, doa dan salam

h. Pertemuan ke 8
:
i.
Kegiatan Awal
1.     Apersepsi
2.     Siswa diminta mengumpulkan pekerjaan rumahnya




ii.
Kegiatan Inti
1.     Pekerjaan rumah ditukar antar siswa kemudian dibahas bersama-sama antara siswa dengan guru
2.     Pekerjaan rumah tersebut dikumpulkan kepada guru
3.     Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang masih belum dipahami tentang pengerjaan penghitungan PPh pasal 25 untuk perusahaan yang baru berdiri. Guru memberikan penjelasan.
4.     Guru memberi tugas mandiri pengerjaan penghitungan PPh pasal 25 untuk perusahaan yang baru berdiri


iii
Penutup
1.     Guru meminta siswa mengumpulkan tugas mandirinya
2.     Refleksi, doa dan salam

i. Pertemuan ke 9
:
i.
Kegiatan Awal
Apersepsi


ii.
Kegiatan Inti
Guru melakukan tes tulis pada siswa


iii.
Penutup
Refleksi, doa dan salam

6.
Alat/Bahan/Sumber Belajar
:
1.     Alat : kapur, papan tulis, unjuk kerja
2.     Bahan : guru, peta konsep/gambar
3.     Sumber belajar :
§  Perpajakan, Mardiasmo,  Andi Offset, Jogjakarta, 2003.
§  Perpajakan Indonesia, Supramono, Andi Offset, Jogjakarta, 2005.
§  UU Perpajakan, Dirjen Pajak, Jakarta, 2000.
7
Penilaian


a. Bentuk Penilaian
:
1.    Test tertulis
2.    Test lesan
3.    Diskusi/simulasi
4.    Tugas/pengamatan

b. Teknik Penilaian






:

i.
Kognitif
1.     Tes tulis
2.     Tes lesan

ii.
Psikomotor
1.     Tugas individu
2.     Diskusi kelas

iii.
Afektif
Pengamatan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar

c. Rubrik Penilaian
:
i.
Aspek Kognitif

No
Aspek yang Dinilai
Skor
1
Menghitung PPh pasal 25 yang harus dibayar Anita sebagai angsuran pajak dalam tahun berjalan
30
2
Menghitung;
a.      Pajak yang kurang/lebih bayar!
b.     Angsuran PPh pasal 25 tahun 2009!
35
3
Menghitung angsuran PPh pasal 25 yang harus dibayar Syaiful Anwar
35
JUMLAH
100


Soal!
1.     Anita menjadi wajib pajak sejak 1 Mei 2009. Anita mempunyai usaha industri margarine. Peredaran usaha selama bulan Mei 2009 adalah Rp34.500.000. Anita telah memperoleh izin untuk menerapkan norma perhitungan industri margarine sebesar 13%. Anita memiliki tanggungan seorang ibu kandung. Hitunglah PPh pasal 25 yang harus dibayar Anita sebagai angsuran pajak dalam tahun berjalan!
2.     PT Harapan Kita bergerak di bidang perdagangan keramik dan elektronik. Selama tahun 2008 perdagangan keramik adalah sebesar Rp982.500.000 dengan biaya setahun Rp637.250.000, peredaran usaha elektronik sebesar Rp582.500.000, biaya usaha selama satu tahun Rp361.500.000. Pada bulan Mei 2008, PT Harapan Kita menerima imbalan dari PT Sekar Arum sehubungan dnegan jaminan pengembalian hutang sebesar Rp6.325.000, PT Sekar Arum telah memungut pajak. Bunga tabungan yang telah diterima dari Bank Mandiri sebesar Rp4.725.500. Untuk usaha tersebut PT Harapan Kita diperbolehkan menerapkan norma perhitungan untuk usaha keramik sebesar 27% dan elektroniksebesar 32%. Pelunasan yang dilakukan sendiri sebesar Rp2.525.000. Hitunglah;
a.      Pajak yang kurang/lebih bayar!
b.     Angsuran PPh pasal 25 tahun 2009!

3.     Syaiful Anwar menkah mempunyai 3 anak. Syaiful Anwar mempunyai usaha di bidang perbengkelan yang mana peredaran brutonya selama satu tahun Rp506.500.000. Biaya industri selama setahun Rp391.500.000. Istrinya mempunyai usaha di bidang catering, peredaran usahanya selama setahun Rp215.000.000. Biaya yang dikeluarkan selama setahun Rp195.000.000. Dalam satu tahun tersebut Syaiful Anwar menerima hadiah undian senilai Rp7.000.000, perluasan PPh yang dilakukan sendiri sebesar Rp9.000.000. Dirjen pajak menerapkan norma perhitungan penghasilan netto untuk bengkel 35% dan untuk catering 40%. Hitunglah angsuran PPh pasal 25 yang harus dibayar Syaiful Anwar!
4.                
Kunci Jawaban!
(terlampir)





ii.
Aspek Psikomotor
Tugas terstruktur antara lain diskusi dan kliping.

No
Aspek yang Dinilai
Skor
1
Keterampilan mengumpulkan bahan materi
50
2
Keterampilan dalam penyusunan bahan materi sesuai judulnya/tugasnya
50
JUMLAH
100





iii.
Aspek Afektif

No
Aspek yang Dinilai
Skor
1
Mengikuti pelajarandengan baik
20
2
Aktif berdiskusi/presentasi
20
3
Aktif menjawab soal
20
4
Berkerja sama dengan kelompok
20
5
Menyerahkan tugas tepat waktu
20
JUMLAH
100

8.
Kriteria Ketuntasan Minimal


Nilai akhir yang diperoleh siswa
=
40% x (Skor Aspek Kognitif) + 50% x (Skor Aspek Psikomotor) + 10% x (Aspek-aspek Afektif)







Kriteria Ketuntasan Minimal = 7,00
               
Keterangan:
1.     Peserta didik yang sudah tuntas (di atas Kriteria Ketuntasan Minimal)  maka peserta didik diberi proram pengayaan
2.     Peserta didik yang belum tuntas maka diberikan remidi