RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP 2)
STANDAR KOMPETENSI |
Mengidentifikasikan Sikap dan Perilaku Wirausaha |
KOMPETENSI DASAR |
Menerapkan Sikap dan Perilaku Kerja Prestatif (Selalu Maju) |
Oleh:
SUTARTI SPd
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SEKOLAH | : | SMK |
MATA PELAJARAN | : | Kewirausahaan |
KELAS/SEMESTER | : | X / 1 |
Pertemuan ke | : | 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 dan 8 |
Alokasi Waktu | : | 8 x 45 menit (2 jam per minggu) |
Standart Kompetensi | : | Mengidentifikasikan sikap dan perilaku wirausaha |
Kompetensi Dasar | : | Menerapkan sikap dan perilaku kerja prestatif (selalu maju) |
1. | Indikator | : | 1. Menjelaskan pengertian sikap dan perilaku kerja prestatif 2. Menerapkan bentuk dan perilaku kerja prestatif 3. Menjelaskan prinsip cara kerja prestatif |
2. | Tujuan Pembelajaran | : | Setelah pelajaran selesai diharapkan siswa dapat / mampu: 1. Menjelaskan pengertian sikap dan perilaku kerja prestatif 2. Menerapkan bentuk dan perilaku kerja prestatif 3. Menjelaskan prinsip cara kerja prestatif |
3. | Materi Ajar | : | 1. Pengertian, tujuan dan manfaat perilaku kerja prestatif
Perilaku kerja prestatif adalah bahwa seorang wirausaha selalu berambisi ingin maju (ambition drive). Di sini seorang wirausaha memiliki komitmen tinggi terhadap pekerjaannya atau tugasnya dan setiap saat pikirannya tidak lepas dari bisnisnya.
Perilaku kerja prestatif bertujuan untuk: 1) Agar memiliki tekad kuat berusaha tetapi bukan karena terpaksa 2) Agar mampu mawas diri dan bertekad bulat untuk berusaha maju, setelah menerima umpan balik 3) Berpikir ada kemungkinan gagal tetapi ia tak gentar 4) Ingin maju dan mandiri walaupun beresiko tinggi 5) Mengembangkan berpikir positif karena ingin kreatif
Manfaat perilaku kerja prestatif adalah bahwa dengan berbuat dan bekerja prestatif terhadap bisnisnya, wirausahawan tersebut akan berhasil di dalam kegiatan usahanya. Dan seorang wirausaha yang bekerja secara prestatif, kegemaran atau kegilaannya adalah pada pekerjaan usahanya 2. Macam perilaku kerja prestatif
Artinya adalah bekerja bersungguh-sungguh, dapat menghasilkan sesuatu yang baik dengan dilandasi adanya keikhlasan dan ketulusan hati
Adalah bekerja dengan tidak terpengaruh oleh perasaan atau kemarahan yang sedang melanda jiwanya
Bahwa di dalam bekerja harus pandai memperhitungkan resiko, mampu melihat peluang dan dapat mencapai keuntungan yang diharapkan.
Ialah bahwa dalam bekerja itu kita harus mempunyai sifat mampu kerja atau gila kerja untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai
Yaitu bahwa di dalam bekerja mereka mampu mengorganisasikan bagian usahanya secara terpadu baik dari awal sampai akhir untuk menghasilkan usaha secara maksimal. 3. Prinsip cara kerja prestatif Prinsip cara kerja menanamkan perilaku prestatif adalah dengan mengutamakan efisiensi dan efektivitas terutama dalam pemecahan persoalan serta pencarian peluang-peluang bisnis. a. Efektif Bahwa pekerjaan dapat dilaksanakan tepat waktu. b. Efisien Bahwa segala sesuatu yang dikerjakan berdaya guna dan segala sesuatunya dapat diselesaikan dengan: · Tepat, artinya kena sasaran sesuai dengan yang diinginkannya · Cepat, artinya tidak menghabiskan waktu yang tidak perlu. Pekerjaannya selesai tepat pada waktu sebelum waktu yang ditentukan. · Hemat, artinya dengan biaya yang sekecil-kecilnya tanpa adanya pemborosan · Selamat, artinya segala sesuatu sampai pada tujuan yang dimaksud 4. Pendidikan Karakter dan Pengembangan Budaya ( PKPB) disiplin, jujur, kreatif, inovatif dan mandiri. a. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. b. Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya yang menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan c. Kreatif dan inovatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki d. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas e. Peduli sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan |
4. | Metode Pembelajaran | : | 1. Ceramah bervariasi 2. Tugas individu (CL) model jigsaw 3. Pendekatan CTL | ||||||||||||||||||||||
5. | Langkah-Langkah Pembelajaran | ||||||||||||||||||||||||
a. Pertemuan ke 1 | : | i. | Kegiatan Awal 1. Apersepsi 2. Guru menyampaikan kepada siswa hari ini akan mempelajari sikap dan perilaku kerja prestatif | ||||||||||||||||||||||
ii. | Kegiatan Inti 1. Guru menggali informasi kepada siswa mengenai apa saja yang diketahui oleh siswa tentang kerja prestatif. 2. Guru menerangkan tentang pengertian kerja prestatif. Siswa mencatat hal-hal yang dianggap penting 3. Guru mengajak siswa melakukan ‘brainstorming’ mengenai tujuan, manfaat perilaku kerja prestatif serta bentuk-bentuk sikap perilaku kerja prestatif 4. Guru memberi kesempatan siswa untuk menanyakan hal yang masih belum dimengerti terkait materi yang dibahas | ||||||||||||||||||||||||
iii. | Penutup 1. Guru memberi pekerjaan rumah atau tugas kelompok, satu kelas terdiri dari 8 kelompok yang masing-masing anggotanya 5 orang. 2. Guru meminta setiap kelompok untuk mengangkat profil tokoh kewirausahaan yang ada di Indonesia (sumber bisa melalui koran, ataupun internet), kemudian menganalisisnya terkait sikap kerja prestatif dan hubungannya dengan keberhasilan bisnis yang dijalankan tokoh tersebut. Tokoh yang diangkat ditentukan guru: 3. Refleksi, berdoa dan salam | ||||||||||||||||||||||||
b. Pertemuan ke 2 | : | i. | Kegiatan Awal 1. Apersepsi 2. Guru meminta siswa mengeluarkan tugas kelompok yang pada pertemuan kali ini akan dibahas | ||||||||||||||||||||||
ii. | Kegiatan Inti 1. Kelompok 1 hingga 5 diberi kesempatan melakukan presentasi secara bergantian 2. Setiap setelah satu kelompok melakukan presentasi, kelompok lain yang tidak sedang melakukan presentasi mencatat hal-hal yang penting lalu memberi pertanyaan ataupun pendapatnya terhadap bahasan yang dikemukakan kelompok yang bertugas presentasi 3. Guru memberi kesempatan kepada setiap setiap anggota kelompok untuk berperan aktif dalam kelompok masing-masing. Guru sebagai moderator. 4. Guru melakukan pengamatan mengenai kerja sama, keaktifan, kreatifitas dan kemampuan siswa menangkap intisari bahasan. 5. Setiap presentasi diakhiri dengan membuat kesimpulan yang difasilitasi oleh guru. Guru meluruskan bila ada pemahaman yang salah dari siswa | ||||||||||||||||||||||||
iii. | Penutup 1. Kelompok 1 hingga 5 mengumpulkan tugas kelompoknya yang sudah dilengkapi dengan kesimpulan 2. Refleksi, doa dan salam | ||||||||||||||||||||||||
c. Pertemuan ke 3 | : | i. | Kegiatan Awal 1. Apersepsi 2. Guru meminta siswa mengeluarkan tugas kelompok yang pada pertemuan kali ini akan dibahas | ||||||||||||||||||||||
ii. | Kegiatan Inti 1. Kelompok 6 hingga 8 diberi kesempatan melakukan presentasi secara bergantian 2. Setiap setelah satu kelompok melakukan presentasi, kelompok lain yang tidak sedang melakukan presentasi mencatat hal-hal yang penting lalu memberi pertanyaan ataupun pendapatnya terhadap bahasan yang dikemukakan kelompok yang bertugas presentasi 3. Guru memberi kesempatan kepada setiap setiap anggota kelompok untuk berperan aktif dalam kelompok masing-masing. Guru sebagai moderator. 4. Guru melakukan pengamatan mengenai kerja sama, keaktifan, kreatifitas dan kemampuan siswa menangkap intisari bahasan. 5. Setiap presentasi diakhiri dengan membuat kesimpulan yang difasilitasi oleh guru. Guru meluruskan bila ada pemahaman yang salah dari siswa. 6. Guru melakukan diskusi singkat terkait pentingnya perilaku kerja prestatif (selalu ingin maju) dalam kehidupan keseharian di lingkungan keluarga, sekolah & masyarakat 7. Guru menjelaskan tentang efisiesi dan efektivitas. Murid mencatat hal-hal yang dianggap penting | ||||||||||||||||||||||||
iii. | Penutup 1. Kelompok 6 hingga 8 mengumpulkan tugas kelompoknya yang sudah dilengkapi dengan kesimpulan 2. Refleksi, berdoa dan salam | ||||||||||||||||||||||||
d. Pertemuan ke 4 | : | i. | Kegiatan Awal Apersepsi | ||||||||||||||||||||||
ii. | Kegiatan Inti Guru melakukan tes tulis pada siswa | ||||||||||||||||||||||||
iii. | Penutup Refleksi, doa dan salam | ||||||||||||||||||||||||
6. | Alat/Bahan/Sumber Belajar | : | 1. Alat : kapur, papan tulis, unjuk kerja 2. Bahan : guru, peta konsep/gambar 3. Sumber belajar : § buku – buku kewirausahawan untuk SMK § buku – buku pegangan yang relevan § Instrumen penilaian pelajaran kewirausahaan § CD pembelajaran. § kliping/koran dan internet. | ||||||||||||||||||||||
7 | Penilaian | ||||||||||||||||||||||||
a. Bentuk Penilaian | : | 1. Tes tertulis 2. Tes lesan 3. Diskusi / simulasi 4. Tugas/pengamatan menggunakan instrument portofolio | |||||||||||||||||||||||
b. Teknik Penilaian | : | 1 | Kognitif 1. Tes tulis 2. Tes lesan | ||||||||||||||||||||||
2 | Psikomotor 1. Tugas kelompok 2. Tugas individu 3. Diskusi kelompok /kelas | ||||||||||||||||||||||||
3 | Afektif Pengamatan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar | ||||||||||||||||||||||||
c. Rubrik Penilaian | : | i. | Aspek Kognitif
Ket: Soal dan Kunci Jawaban Terlampir | ||||||||||||||||||||||
ii. | Aspek Psikomotor Tugas terstruktur antara lain diskusi dan kliping.
| ||||||||||||||||||||||||
iii. | Aspek Afektif
| ||||||||||||||||||||||||
d. Rubrik PKPB | : | 1. Aspek PKPB a. Disiplin Ø Hadir pada saat jam pelajaran (kecuali karena sakit, atau alasan dengan izin) Ø Menyerahkan laporan, tugas ataupun pekerjaan rumah tepat waktu b. Jujur Ø Memberikan laporan, tugas, ataupun pekerjaan rumah atas hasil pengerjaannya sendiri. Ø Bersaing secara sehat dengan teman pada saat proses belajar mengajar berlangsung Ø Tidak mencontek pada saat ujian c. Kreatif dan Inovatif Ø Turut andil berpastisipasi di kelompoknya dalam setiap pengerjaan tugas ataupun presentasi kelompok Ø Menyampaikan argumen di kelas dengan sopan serta mampu memberikan masukan-masukan yang baru dalam ‘brainstorming’ yang berlangsung Ø Mempunyai inisiatif untuk berani bertanya pada guru terkait hal-hal yang belum dimengerti d. Mandiri Ø Berani untuk mengkomunikasikan pendapat atau argumennya dalam kelas Ø Teliti dalam mengerjakan tugas yang diberikan e. Peduli Sosial Ø Berempati kepada sesama teman Ø Membangun kerukunan warga kelas 2. Penilaian PKPB Nilai berupa scoring skala 1 sampai dengan 4. 1 = kurang ; 2 = cukup 3 = baik = ; 4 = sangat baik Tabel Penilain PKPB
Keterangan: M = Mandiri ; J = Jujur ; KI = Kreatif dan inovatif M = Mandiri ; PS = Peduli sosial Penentuan nilai akhir PKPB: Range skor 17-20 = A Range skor 13-16 = B Range skor kurang dari 12 = C | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
8. | Kriteria Ketuntasan | : |
Kriteria Ketuntasan Minimal = 7,50 Keterangan: 1. Peserta didik yang sudah tuntas (di atas Kriteria Ketuntasan Minimal) maka peserta didik diberi proram pengayaan 2. Peserta didik yang belum tuntas maka diberikan remidi |
Lampiran
Soal dan Kunci Jawaban
Soal!
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kerja prestatif, efektif dan efisien!
2. Sebutkan macam perilaku kerja prestatif, efektif dan efisien!
3. Jelaskan pentingnya kerja prestatif, efektif dan efisien!
4. Jelaskan manfaat penerapan kerja prestatif, efektif dan efisien!
5. Sebutkan prinsip cara kerja prestatif, efektif dan efisien!
Kunci Jawaban!
1. Perilaku kerja prestatif adalah bahwa seorang wirausaha selalu berambisi ingin maju (ambition drive). Di sini seorang wirausaha memiliki komitmen tinggi terhadap pekerjaannya atau tugasnya dan setiap saat pikirannya tidak lepas dari bisnisnya.
2. Macam perilaku kerja prestatif, efektif dan efisien:
a. Kerja ikhlas
Artinya adalah bekerja bersungguh-sungguh, dapat menghasilkan sesuatu yang baik dengan dilandasi adanya keikhlasan dan ketulusan hati
b. Kerja mawas yang emosional
Adalah bekerja dengan tidak terpengaruh oleh perasaan atau kemarahan yang sedang melanda jiwanya
c. Kerja cerdas
Ialah di dalam bekerja harus pandai memperhitungkan resiko, mampu melihat peluang dan dapat mencapai keuntungan yang diharapkan.
d. Kerja keras
Ialah bahwa dalam bekerja itu kita harus mempunyai sifat mampu kerja atau gila kerja untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai
e. Kerja tuntas
Yaitu bahwa di dalam bekerja mereka mampu mengorganisasikan bagian usahanya secara terpadu baik dari awal sampai akhir untuk menghasilkan usaha secara maksimal.
3. Pentingnya kerja prestatif, efektif dan efisien:
- Agar memiliki tekad kuat berusaha tetapi bukan karena terpaksa
- Agar mampu mawas diri dan bertekad bulat untuk berusaha maju, setelah menerima umpan balik
- Berpikir ada kemungkinan gagal tetapi ia tak gentar
- Ingin maju dan mandiri walaupun beresiko tinggi
- Mengembangkan berpikir positif karena ingin kreatif
4. Manfaat penerapan kerja prestatif, efektif dan efisien adalah bahwa dengan berbuat dan bekerja prestatif terhadap bisnisnya, wirausahawan tersebut akan berhasil di dalam kegiatan usahanya. Dan seorang wirausaha yang bekerja secara prestatif, kegemaran atau kegilaannya adalah pada pekerjaan usahanyasien
5. Prinsi cara kerja prestatif efektif dan efisien:
- Efektif
Bahwa pekerjaan dapat dilaksanakan tepat waktu.
- Efisien
Bahwa segala sesuatu yang dikerjakan berdaya guna dan segala sesuatunya dapat diselesaikan dengan:
· Tepat, artinya kena sasaran sesuai dengan yang diinginkannya
· Cepat, artinya tidak menghabiskan waktu yang tidak perlu. Pekerjaannya selesai tepat pada waktu sebelum waktu yang ditentukan.
· Hemat, artinya dengan biaya yang sekecil-kecilnya tanpa adanya pemborosan
Selamat, artinya segala sesuatu sampai pada tujuan yang dimaksud